Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ditangkap di Rumdin! KPK Sita Emas hingga Valas dalam OTT Bupati Sukoharjo, Nilai Barang Bukti Capai Miliaran Rupiah
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur Jateng Respons OTT KPK Bupati Sukoharjo Etik Suryani: Ikan Busuk dari Kepala

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:23:00 WIB
Gubernur Jateng Respons OTT KPK Bupati Sukoharjo Etik Suryani: Ikan Busuk dari Kepala
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespons OTT KPK terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan memastikan pemerintahan Sukoharjo tetap berjalan. (Foto: iNews TV/DONNY MARENDRA)
Advertisement . Scroll to see content

Dia mengatakan Pemprov Jateng akan melakukan pendampingan agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal.

"Siapa pun pemimpinnya yang kena masalah, pelayanan pemerintahan dan publik tidak boleh terganggu. Kami akan backup untuk berjalannya pemerintahan di Sukoharjo," katanya.

Luthfi menyebut pihaknya akan menyiapkan langkah lanjutan terkait kepemimpinan di Sukoharjo sesuai ketentuan yang berlaku.

"Nanti akan kita tunjuk Plt (Pelaksana Tugas) kalau sudah ada kekuatan hukum tetap," ucapnya.

Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang baik harus diterapkan seluruh pejabat, mulai dari penggunaan kewenangan, pengelolaan anggaran, hingga pelaksanaan tugas kepada masyarakat. Dia menilai keteladanan seorang pemimpin menjadi kunci utama dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Sebelumnya, KPK melakukan OTT di wilayah Solo Raya, Kamis (9/7/2026) malam. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sejumlah pihak, salah satunya Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut operasi tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Para pihak yang diamankan telah menjalani pemeriksaan awal sebelum dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik KPK.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut