Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ponpes Hamalatul Quran Sukoharjo Tak Berizin, Kemenag Jamin Pendidikan Santri
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur Jateng Respons Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo: Jangan Terpancing Hoaks!

Selasa, 03 November 2026 - 15:08:00 WIB
Gubernur Jateng Respons Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo: Jangan Terpancing Hoaks!
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat konferensi pers terkait insiden penggerebekan pondok pesantren (Ponpes) Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

SEMARANG, iNews.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, angkat bicara mengenai insiden penggerebekan pondok pesantren (Ponpes) Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo. 

Dia menegaskan, Pemprov Jateng telah menerjunkan tim khusus untuk melakukan evaluasi serta pendampingan terhadap para santri dan tenaga pengajar.

Ahmad Luthfi menjelaskan, sejak hari pertama pasca-kejadian, pihaknya langsung memerintahkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah bergerak ke lokasi.

Langkah cepat tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

"Hasil penanganan di lapangan, sebanyak 16 santri dan empat ustazah telah mendapatkan asistensi serta pendampingan psikologis. Pemprov Jateng memastikan permasalahan di lembaga pendidikan tidak boleh mengorbankan hak anak untuk tetap menuntut ilmu," kata Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa (3/11/2026). 

Selain memastikan pemenuhan hak-hak anak dan pendampingan psikologis, Mantan Kapolda Jateng ini mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah serta tidak terprovokasi oleh isu-isu liar. 

Menurutnya, Jawa Tengah merupakan daerah yang majemuk sehingga keberagaman serta perbedaan pandangan harus dikelola menjadi kekuatan perekat persatuan, bukan pemicu bentrokan sosial.

"Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) daerah turut menentukan iklim investasi di Jawa Tengah. Karena itu masyarakat diminta tetap tenang, jangan mudah terpengaruh informasi yang belum terkonfirmasi, serta mengedepankan persatuan," katanya.

Pemprov Jateng berharap penanganan kasus di Sukoharjo ini dapat diselesaikan secara objektif dan tuntas tanpa menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut