Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kubu Keraton Solo Gelar Halalbihalal Terpisah di Waktu Bersamaan
Advertisement . Scroll to see content

Gusti Moeng Sebut Campur Tangan Pihak Bukan Trah Mataram Perkeruh Konflik Keraton Solo

Minggu, 21 Februari 2021 - 15:50:00 WIB
 Gusti Moeng Sebut Campur Tangan Pihak Bukan Trah Mataram Perkeruh Konflik Keraton Solo
Dukunga abdi dalem pasca dua putri Raja terkurung di dalam Keraton Solo, terus mengalir (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id - Konflik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang tak berujung mengundang keprihatinan tersendiri bagi para abdi dalem. Keprihatian itu juga tak lepas kejadian terkurungnya adik  Raja Hangabehi atau Putri Paku Buwono (PB) XII dan putri Raja PB XIII.

Yakni GKR Wandansari alias Koesmoertiyah (Gusti Moeng) dan GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani yang sempat terkurung di dalam Keraton Solo selama tiga hari.

Terkurungnya dua orang putri Raja di dalam keraton tersebut memantik dukungan terhadap para abdi dalem. Terutama prajurit keraton yang telah mengabdi selama 30 tahun.

Tak hanya praturit keraton, dukungan juga mengalair dari Paguyuban Kawula Karaton Surakarata (PAKASA) yang tersebar dari berbagai wilayah.

Dukungan yang telah beredar di media sosial ini pun datang dari abdi dalem konco kaji Keraton Surakarta yang berisi para ulama-ulama keraton yang mendukung sepenuhnya kepada Lembaga Dewan Adat  (LDA) Karaton Surakarta pimpinan Gusti Moeng.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut