Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kekeringan Mulai Landa Cilacap Jateng, 2 Desa Krisis Air Bersih
Advertisement . Scroll to see content

Jika Pemerintah Berani Tutup Facebook, TKW Ini Akan Jalan Telanjang

Rabu, 18 April 2018 - 10:28:00 WIB
Jika Pemerintah Berani Tutup Facebook, TKW Ini Akan Jalan Telanjang
Tenaga kerja wanita (TKW) asal Grobogan Sylvia Agustina atau dikenal sebagai Ratu Youtube. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Diketahui, Komisi I DPR RI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Facebook Indonesia untuk mendapat penjelasan soal kebocoran data satu juta pengguna asal Indonesia. Dalam RDP tersebut Facebook kembali menyampaikan permohonan maaf atas skandal data yang terjadi.

Nama Facebook bebeberapa waktu belakangan ini menjadi sorotan di belahan dunia karena skandal penyalahgunaan data yang melibatkannya dengan Cambridge Analytica. Dari penyalahgunaan data tersebut, sekitar 1 juta pengguna Indonesia menjadi korban.

Skandal penyalahgunaan berbuah pada pemanggilan CEO Facebook Mark Zuckerberg oleh Kongres. Kini, giliran perwakilan Facebook Indonesia yang dipanggil oleh Komisi I DPR RI. Dalam pembukaan RDP ini, Facebook Indonesia kembali meminta maaf.

"Kami sadar kami belum melakukan upaya maksimal dalam mencegah penyalahgunaan perangkat kami. Merupakan kesalahan besar bagi kami untuk tidak memandang tanggung jawab kami secara lebih luas dan CEO kami sepenuhnya mengambil tanggung jawab itu. Kami di sini ingin menyampaikan permohonan maaf kami," kata Kepala Kebijakan Publik Facebook untuk Indonesia, Ruben Hattari saat RPD di DPR, Selasa (17/4/2018).

Selain meminta maaf, Facebook kembali menegaskan, tidak ada kebocoran dari sistem Facebook. Ia menjelaskan, ini bukanlah kejadian pihak ketiga menembus sistem Facebook atau berhasil lolos dari perangkat pengamanan data yang dimiliki.

"Namun, kejadian ini adalah bentuk pelanggaran kepercayaan dan kegagalan kami untuk melindungi data pengguna, kami mohon maaf atas kejadian tersebut," tutur dia.

Editor: Achmad Syukron Fadillah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut