Kantong Kering karena Tak Bisa Manggung, Seniman Magelang Banting Setir Jualan Jamu
MAGELANG, iNews.id - Seorang seniman musik warga Magelang, Jawa Tengah (Jateng) Haries Saprila (36) beralih menggeluti produk jamu karena pandemi Covid-19. Sejak pertengahan Maret 2020, sebagian besar sendi ekonomi lumpuh termasuk bidang kesenian sepi kegiatan.
Haries mengaku awalnya memang suka minum jamu dan mendapat ilmu membuat jamu dari tetangganya kemudian mencoba membuat jamu untuk diminum sendiri. Di masa pandemi ini, otomatis dunia hiburan termasuk musik libur total, padahal dia harus ada pemasukan untuk menafkahi keluarga.
"Saya harus berinovasi, memutar otak bagaimana saya harus mendapatkan pemasukan dan saya berpikir mengapa jamu yang saya bikin ini tidak saya pasarkan saja, apalagi jamu ini bisa bermanfaat untuk orang lain yakni untuk meningkatkan imunitas," katanya, Rabu (15/7/2020).
Haries mengaku mulai memproduksi jamu pada pertengahan April 2020. Saat itu, tidak ada pemasukan dari musik, karena tempatnya mencari nafkah di band Eskla Music di Yogyakarta sepi tanggapan.
Dia menyebutkan saat ini ada dua produk jamu yang telah dipasarkan, yakni kunyit asam dan rempah keraton. Namun yang kini laris adalah jamu kunyit asam, rata-rata per hari dapat menjual 25-35 botol.