Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkot Jaktim Siagakan Truk Tangki Air, Jaga-Jaga Kekeringan Dampak Kemarau
Advertisement . Scroll to see content

Kekeringan Ekstrem di Pati, 1.700 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jumat, 18 September 2026 - 10:37:00 WIB
Kekeringan Ekstrem di Pati, 1.700 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen
Kekeringan ekstrem melanda Pati, berdampak pada 1.700 hektare sawah dan 40 desa hingga Pemkab menetapkan status tanggap darurat. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

PATI, iNews.id - Kekeringan ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sebanyak 1.700 hektare lahan persawahan dan 40 desa yang tersebar di 10 kecamatan terdampak, sementara warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Kondisi tersebut terjadi akibat kemarau ekstrem yang membuat sungai dan sumur mengering. Para petani pun terancam gagal panen karena sumber air untuk mengairi sawah semakin terbatas.

Kesulitan juga dirasakan warga di desa-desa yang terdampak. Mereka bahkan harus berdesakan saat bantuan air bersih tiba karena pasokan tidak datang setiap hari.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati menaikkan status siaga darurat kekeringan menjadi tanggap darurat kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan di wilayah terdampak.

"Pada pagi hari ini kami mengumpulkan Forkopimda Kabupaten Pati untuk untuk membahas status siaga darurat kekeringan menjadi tanggap darurat kekeringan karena sudah memenuhi syarat," ujar Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pati juga terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air.

Dia mengatakan, peningkatan status tersebut telah dibahas bersama dan diharapkan segera ditindaklanjuti dengan penanganan di lapangan.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut