Kelenteng Po An Thian di Pekalongan Bersolek Sambut Imlek 2023
Heru berharap, seiring dengan melandainya pandemi Covid-19, perayaan Imlek di Tahun 2023 bisa lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Hampir tiga tahun tidak ada kegiatan karena pandemi. Di tahun 2022, kami harapkan bisa lebih semarak dan tidak ada pembatasan umat saat ibadah, namun untuk kirabnya tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) sesuai aturan yang dianjurkan pemerintah pusat," ujarnya.
Ditambahkan Susanto selaku umat menuturkan, satu seminggu sebelum hari raya Imlek, pengurus Kelenteng maupun Umat Khonghucu melaksanakan bersih-bersih rupang atau patung dewa, tempat ibadah hingga setiap sudut kelenteng. Adapun makna dari ritual penyucian ini adalah membersihkan kembali jiwa dan raga.
"Ini untuk penyucian diri menjelang tahun baru Imlek agar saat memasuki tahun baru, jiwa dan raga suci dari berbagai kesalahan dan penyakit hati," kata usanto.
Proses bersih-bersih kelenteng dan rupang dilaksanakan hanya satu hari saja. Untuk patung-patung yang dibersihkan banyak sekali jenisnya, diantaranya Dewa Pertanian, Dewa Pengobatan, Dewa Bumi, Dewa Rejeki, Dewa Kejujuran, dan sebagainya.
Berdasarkan kalender Cina, pada tahun 2023 merupakan tahun kelinci air yang melambangkan arti kemakmuran, keberuntungan, yang harus didukung dengan kerja keras agar bisa terwujud hal tersebut.
"Sesudah patung dibersihkan, rangkaian perayaan dilaksanakan sampai menjelang tahun baru Imlek. Dimana pada 21 Januari, kami melaksanakan sembahyang bersama untuk ucapan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perlindungan dan harapan-harapan di tahun-tahun mendatang," katanya.
Editor: Ary Wahyu Wibowo