Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kubu Keraton Solo Gelar Halalbihalal Terpisah di Waktu Bersamaan
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Kerbau Bule Keraton Solo, Konon sebagai Pengawal Pusaka Kiai Slamet

Jumat, 22 Juli 2022 - 17:35:00 WIB
Kisah Kerbau Bule Keraton Solo, Konon sebagai Pengawal Pusaka Kiai Slamet
Ilustrasi - Kerbau bule milik Keraton Solo saat kirab malam 1 Sura dari penanggalan Jawa. Foto: iNews.id/Ary Wahyu Wibowo.
Advertisement . Scroll to see content

Kepala Sasono Pustoko Keraton Solo Gusti Pangeran Haryo (GPH) Puger menyebut, kirab pusaka dan kerbau sebenarnya berakar pada tradisi sebelum munculnya Kerajaan Mataram (Islam), pada prosesi ritual wilujengan nagari. Pusaka dan kerbau merupakan simbol keselamatan. 

Pada awal masa Kerajaan Mataram, pusaka dan kerbau yang sama-sama dinamai Kiai Slamet, hanya dikeluarkan dalam kondisi darurat, yakni saat pageblug (wabah penyakit) dan bencana alam.

Pusaka dan kerbau ini diharapkan memberi kekuatan kepada masyarakat. Dengan ritual kirab, Tuhan akan memberi keselamatan dan kekuatan, seperti halnya Ia memberi kekuatan kepada pusaka yang dipercaya masyarakat Jawa memiliki kekuatan. 

Sejarawan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Sudarmono menyebut, selain dekat dengan kehidupan petani, sosok kerbau memang banyak mewarnai sejarah kerajaan di Jawa. Semasa Kerajaan Demak, seekor kerbau bernama Kebo Marcuet mengamuk dan tak ada satu prajurit yang bisa mengalahkan. 

Karena meresahkan, kerajaan menggelar sayembara barang siapa mampu mengalahkannya akan diangkat menjadi senopati. Secara mengejutkan, Jaka Tingkir atau Mas Karebet mampu mengalahkan Kebo Marcuet dengan tongkatnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut