Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Sabu 6,9 Kg dari Malaysia, 1 Kurir Narkoba Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Sniper Kopassus Dipercaya Gembleng Tentara Brunei Darussalam hingga Pecundangi Malaysia

Selasa, 14 Desember 2021 - 17:26:00 WIB
Kisah Sniper Kopassus Dipercaya Gembleng Tentara Brunei Darussalam hingga Pecundangi Malaysia
Sniper Kopassus pernah melatih tentara Brunei Darussalam hingga mengalahkan Malaysia. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

"Bagi mereka menembak hanya sebuah perintah dari satuan atas. Mungkin mereka yang penting datang ke lapangan, ambil senjata lalu nembak, tanpa adanya jadwal atau pembenahan yang jelas," ujarnya.

Seorang peserta membidik sasaran dalam lomba menembak yang digelar Grup 2 Kopassus di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2020). (Foto: Penkopassus).
Seorang peserta membidik sasaran dalam lomba menembak yang digelar Grup 2 Kopassus di Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2020). (Foto: Penkopassus).

Tim pelatih dari Indonesia pun segera mengambil tindakan dengan menanamkan pemahaman baru dan metode latihan yang baru. Sebab, metode latihan yang dilakukan sebelumnya tidak menghasilkan kualitas hasil yang baik.  

"Jadi, kami atur jadwal mulai dari bangun pagi, kegiatan latihan, sampai sore hari, pulang. Pagi kita pembinaan fisik, siang materi menembak. Kami tanamkan program yang belum pernah mereka lakukan,” ujarnya.

Pelatihan yang digeber tim pelatih dari TNI ini membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam ajang AARM pada 2013 tersebut, tentara Brunei Darussalam menduduki peringkat keempat di bawah Indonesia, Thailand dan Filipina. 

Berkat pelatihan di bawah sniper Kopassus, Brunei Darussalam berhasil mencundangi Malaysia dan Singapura. Hal ini menjadi prestasi yang cemerlang bagi negara tersebut. Sebab, para pelatih dari TNI berhasil membawa Brunei melampaui target yang ditetapkan. Saat itu, target dari Brunei Darussalam di AARM ke-23 di Myanmar hanya masuk 5 besar dari 10 negara peserta. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut