Kodam IV/Diponegoro Kirim 555 Prajurit Yonif 405/SK Amankan Objek Vital di Papua
Selain itu, melakukan koordinasi pengamanan secara terpadu dan sinergi antara TNI dan PT Freeport Indonesia. Karena sampai saat ini daerah tersebut masih terdapat ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan gangguan keamanan yang masih rawan serta bersifat fluktuatif.
“Sebagai institusi dan aparat pertahanan kita dituntut agar selalu siap bila sewaktu waktu ditugaskan. Laksanakan latihan ini dengan sungguh sungguh untuk meningkatkan kemampuan tempur guna pelaksanaan tugas operasi pengamanan wilayah PT Freeport Indonesia yang akan kalian laksanakan dalam waktu dekat ini,” ujarnya.
Sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas, nantinya prajurit Yonif 405/SK akan diberikan pengetahuan dan keterampilan berbagai materi tempur dan nontempur diantaranya latihan teknik dan taktik militer sesuai dengan medan operasi sebenarnya. “Bila disiplin bukan suatu keharusan, maka kegagalan bukan lagi sebuah pilihan,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kasdam juga menambahkan agar selama latihan pratugas harus sudah menerapkan kewaspadaan yang tinggi, berfikir seperti di daerah operasi sebenarnya, karena seperti yang diketahui bahwa saat operasi, seluruh prajurit akan dihadapkan dengan berbagai bentuk ancaman yang dapat menyerang personel, masyarakat maupun sabotase terhadap objek vital.
“Perlu kesungguhan dan kehati hatian karena daerah yang kalian tempati ini termasuk daerah rawan, yang artinya ancaman ada dimana mana. Jangan lengah, sebab disaat kita lengah dia menyerang dan disaat kita siap dia menghilang,” kata Kasdam.
Dia meminta prajurit selalu terapkan disiplin tempur dimanapun berada, bergerak harus berkelompok dan melakukan kegiatan yang tidak rutinitas dengan waktu yang berubah ubah sehingga tidak terdeteksi oleh musuh.