Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Keracunan MBG di Pati Tembus 197 Siswa, Polisi Turun Tangan
Advertisement . Scroll to see content

Korban Keracunan MBG di Pati Melonjak jadi 230 Siswa, 3 Rumah Sakit Overload!

Rabu, 09 September 2026 - 21:25:00 WIB
Korban Keracunan MBG di Pati Melonjak jadi 230 Siswa, 3 Rumah Sakit Overload!
Jumlah siswa korban keracunan diduga usai menyantap menu MBG di Kabupaten Pati terus bertambah hingga menjadi 20 anak, Rabu (9/9/2026). (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

PATI, iNews.id – Jumlah siswa korban dugaan keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus melonjak. Hingga Rabu (9/9/2026) sore, sebanyak 230 siswa dilarikan ke fasilitas kesehatan hingga menyebabkan tiga rumah sakit di Pati mengalami overload pasien.

Lonjakan pasien yang datang secara bergelombang memaksa pihak medis bekerja ekstra keras menangani gejala mual, muntah, dan lemas massal tersebut.

Jumlah 230 korban tersebut berasal dari dua sekolah negeri di Kecamatan Gembong, yaitu 103 siswa SMPN 1 Gembong dan 127 siswa MTsN 3 Pati. Seluruh siswa diduga mengonsumsi hidangan program MBG yang dibagikan sehari sebelumnya.

Awalnya, para korban dievakuasi ke Puskesmas Gembong. Namun, karena Unit Gawat Darurat (UGD) puskesmas tidak mampu menampung banyaknya pasien, korban dirujuk ke RSUD RAA Soewondo Pati hingga rumah sakit swasta terdekat.

"Pada awalnya hanya masuk sekitar 136 orang, tapi semakin siang terus bertambah. Yang mengalami muntah dan lemas langsung kita beri penanganan diinfus supaya cepat mendapatkan pertolongan," ujar Direktur Utama RSUD RAA Soewondo, Ahmad Husin, Rabu (9/9/2026).

Menanggapi insiden keracunan massal ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati langsung mengamankan sampel makanan dan menerjunkan tim khusus ke lokasi.

Perwakilan Dinkes Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, menyatakan bahwa proses penyelidikan resmi tengah berjalan untuk memastikan penyebab pasti dari insiden ini.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut