Lahan Sering Tergenang Banjir, Petani di Banyumas Buat Sawah Apung
BANYUMAS, iNews.id - Bagi desa yang berlokasi di dataran rendah dengan curah hujan tinggi tentunya akan mengalami masalah dengan sistim pertanian. Namun di Banyumas, Jawa Tengah, ada solusi bagi petani yang ingin tetap bercocok tanam padi meski kondisi desanya terendam air.
Sawah apung kini menjadi tumpuan petani di beberapa kecamatan di Banyumas yang mempunyai kondisi sawah yang mudah terendam air. Salah satunya dilakukan petani di Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh.
Mereka kini bisa tersenyum meski kondisi sawahnya terendam air tiap musim hujan. Didampingi petugas dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas wilayah Sumpiuh, petani membuat media tanam yang terbilang baru yaitu sawah apung.
Inovasi sawah apung ini digagas UPTD DPU Sumpiuh ini dikarenakan kondisi sebagian besar sawah di Desa Nusadadi merupakan lahan yang setiap tahunnya dipastikan tergenang air saat musim hujan. Desa tersebut merupakan dataran rendah atau merupakan wilayah cekungan. Ketinggian air di tempat tersebut sekitar bisa mencapai antara 30-50 cm.
Hal inilah yang menyebabkan wilayah desa ini tidak bisa ditanami padi dengan cara yang lazim. Untuk membuat sawah apung ini diperlukan landasan media tanam berupa bambu dengan ukuran 2 x 4 meter. Bentuk media tanam ini mirip rakit.