LAZISMU Gandeng Ruang Amal Indonesia Berdayakan 100 Mustahik lewat Pelatihan Siap Kerja
Abdul Haris mengapresiasi Ruang Amal Indonesia dan LAZISMU atas penyelenggaraan Program Amal Vokasi. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan lembaga amil zakat tersebut tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mempersiapkan penerima manfaat agar memiliki keterampilan dan mampu memasuki dunia kerja.
“Semoga setiap jahitan yang kalian pelajari pekan ini menjadi jahitan masa depan yang kuat bagi keluarga kalian, bagi Kabupaten Batang, dan bagi Indonesia,” katanya.
Project Director PMO Vocational Development KEK Industropolis Batang, Galih Priyo Anggoro, menyampaikan bahwa peluang kerja di kawasan KEK Industropolis Batang masih terbuka lebar seiring dengan terus masuknya investasi ke kawasan industri tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
CEO Ruang Amal Indonesia Slamet Tuharie dan Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian LAZISMU, Ardi Lutfi Kautsar yakin bahwa untuk target minimal 90 persen penyerapan peserta pelatihan ke dunia industri dapat tercapai. “Insyaallah, kami memasang target 90 persen peserta bisa diterima kerja,” ujar Ardi Luthfi Kautsar.
Pembukaan kegiatan yang berlangsung di Ballroom KEK Industropolis Batang ini dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemenko PM RI, Tri Haryanto; Wakil Sekretaris Badan Pengurus LAZISMU, Ninik Annisa; Ketua Yayasan Ruang Amal Indonesia, Caswiyono Rusydie Cw; Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian LAZISMU, Ardi Lutfi Kautsar; CEO Ruang Amal Indonesia, Slamet Tuharie; Project Director PMO Vocational Development KEK Industropolis Batang, Galih Priyo Anggoro; serta perwakilan industri dari PT JJD Outdoor Products dan PT Widehero Toy Indonesia.
Editor: Kastolani Marzuki