Lezatnya Ayam Ingkunge Mbah Wongso, Rasanya Nendang di Lidah
Beragam kuliner angkringan Solo juga dapat dinikmati. Mulai dari bubur tumpang, bubur opor, bubur sambel goreng, nasi bakar, gudeg, aneka sundukan lengkap yang menjadi ciri khas kuliner wedangan. “Untuk bubur, rasanya ngangeni (rindu) rumah karena rasanya ndeso (pedesaan),” ucapnya.
Pemilik Resto Griyane Mbah Wongso, Yulianti Eko Marhaeni mengatakan, ada cerita tersendiri terkait nama Soto Jenderal. “Kebetulan chef kami, setiap Pak Wiranto (mantan Menkopolhukam) datang ke Solo pasti beliau minta dimasakkan soto itu. Kebetulan chef yang memasak pindah ke sini,” kata Yulianti Eko Marhaeni.
Diungkapkannya, dirinya sengaja mendirikan resto untuk santai dan acara keluarga. Ketika pagi sampai sore, anak-anak bisa berenang dan orangtuanya bisa makan di resto. “Kalau malam harinya ada angkringan. Menunya ada Soto Jenderal dan aneka macam bubur,” jelasnya.
Ada minuman yang khas yang dinamakan Saroba, kepanjangan dari syahdu, romantis, dan bahagia. Selain itu ada minuman Wedang Awang-Awang. Juga ada minuman Wedange Mbah Wongso dari bahan jahe merah khusus dari Badui.
Resto Griyane Mbah Wongso berdiri di tengah-tengah kawasan pedesaan di lahan 4.200 meter persegi. Meski fasilitas yang disediakan seperti hotel berbintang, namun harganya seperti kuliner pedagang kaki lima (PKL). Yakni berkisar antara Rp3.500 hingga paket Rp125.000.
Editor: Ary Wahyu Wibowo