Makam Sunan Kalijaga, Salah Satu Wali Songo Lahir dari Keluarga Bangsawan
Sunan Kalijaga diyakini sebagai wali tertua yang pernah hidup di tanah Jawa. Sunan Kalijaga dipercaya berusia lebih dari 100 tahun. Selain itu, ikut mendirikan Masjid Agung Demak, Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon serta menciptakan tatanan pusat kota berupa keraton, alun-alun, beringin kurung dan masjid.
Setelah wafat, jenazahnya dikebumikan di Desa Kadilangu, Kecamatan Demak Kota, yaitu di lingkungan Masjid Kadilangu yang dulu dibangunnya. Bangunan masjid dan makam Kadilangu berada dalam satu kompleks dan bukti keberadaan Sunan Kalijaga dan pengaruhnya di Demak.
Cungkup makam Sunan Kalijaga berukuran cukup besar dengan atap limasan tumpang yang tinggi. Pada puncaknya terdapat mustaka yang bersayap di keempat sudutnya.
Di luar tembok cungkup yang pintunya tertutup rapat, terdapat sejumlah kubur yang jumlahnya cukup banyak, dengan beberapa nama yang cukup terkenal dan disegani. Pilar cungkup dilapis keramik dengan ornamen limasan atas bawah. Dinding di antara pilar dihiasi ukiran dan kaligrafi. Jendela ukirnya dilapis dengan teralis besi untuk pengaman.
Tepat di sebelah dinding cungkup ada kubur Panembahan Pengulu, cucu Sunan Kalijaga, dikerumuni oleh sejumlah peziarah. Ada pula makam abdi kinasihnya, yaitu Kiai dan Nyai Derik, makam Dewi Roso Wulan, adiknya dan makam Raden Tumenggung Wilatikta, ayahandanya.