Masa Sulit Perajin Bata di Blora di Tengah Kemarau Ekstrem, Tempuh 2 Km untuk Dapatkan Air
Dalam sehari, Sarmidi masih mampu mencetak sekitar 700 batu bata merah. "Kalau musim kemarau memang air sulit, tetapi untuk pengeringan batu bata lebih cepat," kata Sarmidi dikutip dari iNews Blora.
Di balik kesulitan memperoleh air, cuaca panas justru memberikan keuntungan bagi proses pengeringan. Batu bata yang telah dicetak dapat lebih cepat kering sehingga siap memasuki tahap pembakaran.
Setelah proses produksi selesai, batu bata milik Sarmidi biasanya langsung diambil oleh pengepul maupun toko bangunan. Dalam satu kali pembakaran, ia dapat menghasilkan sekitar 13.000 batu bata merah yang siap dipasarkan.
Bagi perajin batu bata, kemarau panjang menjadi kondisi yang serba berlawanan.
Keterbatasan air menyulitkan proses pengolahan tanah, tetapi teriknya matahari membantu mempercepat pengeringan. Karena itu, meski harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan air, aktivitas produksi batu bata tetap berjalan.
Editor: Kurnia Illahi