Mengaku Lelah, Sopir Bus Angkut Pemudik ke Grobogan Kabur saat Akan Diperiksa
Pemudik asal Grobogan Masrotun mengatakan, sudah empat bulan bekerja di Bali. Dia bersama rekan-rekannya terpaksa pulang kampung karena sudah tidak ada pekerjaan lagi di Bali. Dia sempat panik selama berada di Bali, karena takut tidak bisa pulang kampung. Namun, Masrotun dan rekan-rekannya mengaku lega bisa tiba di kampung halaman.
"Kita enggak boleh mudik, tapi di sana juga enggak ada kerjaan," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Pos Pemeriksaan Pemudik Geyer, Grobogan Agus Sumarsono menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari pendataan pemudik. Selain memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP), petugas juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan.
"Tadi mereka sih bawa surat-surat dari tempat mereka kerja. Kalau mereka dipulangkan karena tidak ada pekerjaan," katanya.
Dia menjelaskan, dalam sehari ratusan pemudik sudah mulai membanjiri Kota Grobogan. Petugas semakin memperketat pengawasan bus atau kendaraan dari luar kota yang melintas. Seluruh penumpang ini kemudian diperbolehkan pulang, namun diwajibkan untuk isolasi mandiri di rumah.
Berita Lain Bisa Dibaca di Okezone.com: 3 Tenaga Medis RSUD Cepu Jalani Isolasi di Hotel
Editor: Nani Suherni