"Saat itu saya bersama Pak Ahmad Yani yang memimpin pasukan untuk mengejar dan menggempur pasukan DI/TII pimpinan Amir Fatah di bawah komando Karto Suwiryo yang menguasai wilayah Tegal dan Slawi.
Tangis Haru Veteran Perang RI Dijamu di Heritage Dapur Deso D'Kambodja
Pada kesempatan bermarkas di Tegal, Pak Yani sempat ujian SIM MIliter dan saya lah yang menguji dan mengajari nyetir mobil. Maka pada saat berpangkat Letnan Jenderal menjabat Panglima TNI AD dipertemukan kembali saat persiapan konfrontasi dengan Malaysia di Kalimantan," kenang Sanjoto.

Di hadapan para perwira lain, Sanjoto yang saat itu ikut pengamanan langsung diperkenalkan. "Ini CPM Belor pernah menguji dan mengajari saya mengemudi saat di GBN (Gerakan Banteng Nasional) Tegal. Dia yang meluluskan saya dan menyerahkan SIM Militer," ujar Ahmad Yani ditirukan Sanjoto.
Momen Haru Ganjar Temui Veteran AL yang Terbaring Stroke di Rumah Penuh Retakan
Karena pertemuannya dengan Pimpinan TNI AD saat itu, tak lama Sanjoto menerima kenaikan pangkat Sersan Mayor (Serma). Padahal saat itu dia juga belum lama naik pangkat menjadi Sersan Kepala (Serka). Bahkan usai konfrontasi, Sanjoto menerima Surat Keputusan pindah tugas kembali ke wilayah Jawa di Kodam VII Diponegoro (sekarang Kodam IV).
Bagi Ahmad Yani, pertemuannya dengan Sanjoto memang tidak sekali-dua kali. Saat gerilya di wilayah Surakarta dan sekitarnya hingga perbatasan Jawa Timur, Sanjoto yang kala itu berpangkat Letnan Muda bertugas sebagai pengaman rute gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman.