Muncul dari Keresahan, Alumnus UNS Sukses Bangun Bisnis Desa Organik
Keputusannya menempuh pendidikan di bidang pertanian semakin bulat dengan merelakan keinginannya untuk studi di bidang Teknik, bidang yang sudah diidamkannya sejak duduk di bangku SMA. Tahun pertama masa studi menjadi masa adaptasi bagi Hafidz.
Ia berusaha untuk mencintai bidang ilmu yang sudah diambil. Tak hanya itu, ia juga mulai mempelajari Bahasa Jawa yang sebelumnya bukan menjadi bahasa kesehariannya. Upayanya mempelajari Bahasa Jawa semakin merekatkan hubungannya dengan para petani yang ditemui.
Ia menegaskan, saat bertemu dan berdialog maka petani akan lebih nyaman berkomunikasi dengan Bahasa Jawa. Tidak hanya memperdalam keilmuannya secara teori, kehidupan Hafidz sebagai mahasiswa kampus UNS juga diwarnai dengan keaktifannya di organisasi kampus UNS seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Bahkan di tahun 2018, ia dipercayai menjabat sebagai Presiden BEM FP UNS. Selain aktif di organisasi kampus, Hafidz juga tergabung dalam Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI). Saat di BEMPI, ia sempat menjadi Presidum Nasional 1 Ikatan BEM Pertanian Indonesia sejak tahun Oktober 2017 sampai dengan awal 2019.
Keaktifan Hafidz di organisasi baik kampus maupun nasional bukan saja melatih kemampuan leadership tetapi juga membantunya bertemu dengan petani-petani di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Padang, Jember, Bandung, Jakarta, dan beberapa kota lainnya di Jawa Barat dan Jawa Timur.