Pemkot Semarang Siagakan 48 Pompa Antisipasi Rob
Hendi meminta masyarakat waspada namun tetap tenang dalam menghadapi potensi rob yang mungkin terjadi. Dia memastikan secara umum Kota Semarang dalam status aman meskipun terjadi rob.
"Memang kita perlu waspada, terutama saat terjadi kondisi cuaca buruk di laut yang menyebabkan gelombang tinggi. Kami akan maskimalkan skema penanganan agar air bisa segera mengalir ke sejumlah sungai di sekitar wilayah terdampak," ujarnya.
Rapat tersebut juga dihadiri camat Semarang Utara, camat Semarang Timur, camat Genuk, camat Tugu, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Dinas Pemukiman Kota Semarang, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Adapun 48 pompa yang disiagakan tersebut berada di Muktiharjo Lor Genuk 2 unit, Muktiharjo Kidul 2 unit, Terboyo Wetan Genuk 3 unit, sepanjang Kali Sringin 10 unit, di hulu Kali Sringin 2 unit, Genuksari Genuk 2 unit, sepanjang Jalan Kaligawe 5 unit, Kemijen Semarang Timur 2 unit, Tambakrejo Gayamsari 1 unit, serta 20 pompa portable yang akan disebar menyesuaikan kondisi di lapangan.
Sementara, Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Semarang mengeluarkan peringatan gelombang dini, yang berlaku mulai 30-31 Januari 2018 sejak pukul 07:00 WIB. Sedangkan menurut prakirawan BMKG Wahyu Sri, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 m sampai 2,5 meter.
"Gelombang tinggi berpeluang terjadi di perairan utara Jawa, Laut Jawa bagian tengah dan perairan selatan Kalimantan Tengah," katanya.
Editor: Achmad Syukron Fadillah