Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Kultum tentang Lailatul Qadar Beserta Dalilnya, Lengkap!
Advertisement . Scroll to see content

Perburuan Lailatul Qadar

Kamis, 30 Mei 2019 - 03:36:00 WIB
Perburuan Lailatul Qadar
Filosof muslim Profesor Dr Musa Asy'arie. (Foto: dok. iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Profesor Musa menjelaskan, sesungguhnya 10 malam terakhir tidak bisa dilepaskan dari 10 malam pertama dan kedua Bulan Ramadan.

"Keberuntungan malam yang lebih baik dari 1.000 bulan itu tidak ujug-ujug seperti usaha menangkap layang-layang yang putus," ujarnya.

Menurut Musa Asy'arie, di 10 malam terakhir Ramadhan itu justru menjadi malam yang paling berat dilalui karena godaan yang menyebabkan ketergelinciran seseorang dalam perburuan yang vulgar. 

Perburuan yang merupakan inti dari hakikat puasa yang dikerjakan sebulan penuh.

Aliran spiritualitas puasa itu akan meninggi sampai puncak pengalaman spiritualitas malam Lailatul Qadar dan merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada hamba-Nya.

"Ketulusan, kecintaan menjadi faktor utama untuk mendapatkan hikmah malam Lailatul Qadar," ucapnya.

Hidup hanya ada dalam Allah, dan di luar Allah tidak ada kehidupan, kekayaan, kekuasaan dan kejayaan melainkan ilallah, hanya Allah sendiri yang ada.

Sesungguhnya hakikat semua yang ada adalah berada dalam Allah sendiri. Itulah puncak malam Lailatul Qadar yang penuh kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan yang lebih baik dari seribu bulan.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut