Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Autopsi Jenazah Siswa SD Diduga Korban Perundungan di Pemalang
Advertisement . Scroll to see content

Polisi Periksa Sejumlah Saksi terkait Kematian Bocah SD Pemalang Korban Bullying

Jumat, 02 Oktober 2026 - 17:22:00 WIB
Polisi Periksa Sejumlah Saksi terkait Kematian Bocah SD Pemalang Korban Bullying
Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan masih menyelidiki kasus dugaan bullying yang mengakibatkan siswa SD tewas. (Foto: iNews TV)
Advertisement . Scroll to see content

PEMALANG, iNews.id – Tim penyidik Polres Pemalang memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus kematian siswa SD Negeri 1 Kebondalem, Muhammad Hasbi Al Aqib yang diduga menjadi korban perundungan (bullying). 

Aqib, bocah kelas 2 SD itu meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026) sore, setelah sempat menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari Pemalang selama sembilan hari.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan mengatakan, polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai seorang anak yang meninggal dunia dan diduga mengalami tindakan kekerasan. 

Dugaan tersebut muncul setelah keluarga mendapat cerita dari korban bahwa dirinya diduga dipukul oleh sejumlah kakak kelas di sekolah.

“Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian korban,” kata Faizal, Jumat (2/10/2026).

Selain memeriksa sejumlah saksi, kata dia, tim Biddokkes Polda Jawa Tengah juga melakukan autopsi jenazah korban di RSUD dr M Ashari Pemalang. “Pagi ini kami sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban

Ibu korban, Diah Indriyanti, mengatakan anaknya sempat mengeluhkan sakit pada bagian perut sebelum menjalani perawatan di rumah sakit. 

“Saya baru tahu itu kemarin-kemarin, tadi ibu-ibu bilang katanya Aqib memang dipukul oleh kakak kelas. Saya dan suami sudah klarifikasi ke sekolah,” kata Diah. 

Menurut keluarga, korban kemudian sempat menunjukkan orang-orang yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya. 

Namun, polisi belum menyimpulkan adanya hubungan antara dugaan kekerasan tersebut dengan penyebab kematian korban. Seluruh informasi masih didalami melalui pemeriksaan saksi dan hasil pemeriksaan forensik.

Setelah proses autopsi selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polres Pemalang masih melanjutkan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Jika ditemukan unsur pidana, perkara akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Pemalang juga menyatakan telah menerima informasi mengenai dugaan kekerasan tersebut. 

Pelaksana Tugas Bupati Pemalang Nurkholes menegaskan pemerintah tidak menoleransi tindakan perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah.

“Yang jelas pemerintah tidak menolerir adanya bullying atau perundungan dan kita harap kejadian ini yang terakhir,” ujar Nurkholes. 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut