Polisi Autopsi Jenazah Siswa SD Diduga Korban Perundungan di Pemalang
PEMALANG, iNews.id – Polda Jawa Tengah melakukan autopsi jenazahsiswa SD Negeri 1 Kebondalem, Muhammad Hasbi Al Aqib yang diduga menjadi korban perundungan (bullying) tiga kakak kelasnya.
Autopsi dilakukan oleh tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah di RSUD dr M Ashari Pemalang. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian korban.
Aqib siswa kelas 2 SD itu meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026) sore setelah sempat menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari Pemalang selama sembilan hari.
Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan mengatakan, polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai seorang anak yang meninggal dunia dan diduga mengalami tindakan kekerasan. “Pagi ini kami sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban,” kata Faizal, Jumat (2/10/2026).
Selain autopsi, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga korban. Polisi masih mendalami informasi mengenai dugaan kekerasan yang disebut dialami korban sebelum meninggal dunia.
Dugaan tersebut muncul setelah keluarga mendapat cerita dari korban bahwa dirinya diduga dipukul oleh sejumlah kakak kelas di sekolah.
Ibu korban, Diah Indriyanti, mengatakan anaknya sempat mengeluhkan sakit pada bagian perut sebelum menjalani perawatan di rumah sakit.
“Saya baru tahu itu kemarin-kemarin, tadi ibu-ibu bilang katanya Aqib memang dipukul oleh kakak kelas. Saya dan suami sudah klarifikasi ke sekolah,” kata Diah.
Menurut keluarga, korban kemudian sempat menunjukkan orang-orang yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya.
Namun, polisi belum menyimpulkan adanya hubungan antara dugaan kekerasan tersebut dengan penyebab kematian korban. Seluruh informasi masih didalami melalui pemeriksaan saksi dan hasil pemeriksaan forensik.
Pemerintah Kabupaten Pemalang juga menyatakan telah menerima informasi mengenai dugaan kekerasan tersebut.