Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siswa SD di Pemalang Meninggal Diduga Korban Bullying, Sempat Mengeluh Sakit Perut
Advertisement . Scroll to see content

Polisi Autopsi Jenazah Siswa SD Diduga Korban Perundungan di Pemalang

Jumat, 02 Oktober 2026 - 16:33:00 WIB
Polisi Autopsi Jenazah Siswa SD Diduga Korban Perundungan di Pemalang
Siswa SD di Pemalang meninggal setelah dirawat sembilan hari, sempat mengeluh sakit perut dan mengaku dipukul tiga kakak kelas. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

PEMALANG, iNews.id – Polda Jawa Tengah melakukan autopsi jenazahsiswa SD Negeri 1 Kebondalem, Muhammad Hasbi Al Aqib yang diduga menjadi korban perundungan (bullying) tiga kakak kelasnya. 

Autopsi dilakukan oleh tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah di RSUD dr M Ashari Pemalang. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian korban.

Aqib siswa kelas 2 SD itu meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026) sore setelah sempat menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari Pemalang selama sembilan hari.

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan mengatakan, polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai seorang anak yang meninggal dunia dan diduga mengalami tindakan kekerasan. “Pagi ini kami sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban,” kata Faizal, Jumat (2/10/2026).

Selain autopsi, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga korban. Polisi masih mendalami informasi mengenai dugaan kekerasan yang disebut dialami korban sebelum meninggal dunia.

Dugaan tersebut muncul setelah keluarga mendapat cerita dari korban bahwa dirinya diduga dipukul oleh sejumlah kakak kelas di sekolah.

Ibu korban, Diah Indriyanti, mengatakan anaknya sempat mengeluhkan sakit pada bagian perut sebelum menjalani perawatan di rumah sakit. 

“Saya baru tahu itu kemarin-kemarin, tadi ibu-ibu bilang katanya Aqib memang dipukul oleh kakak kelas. Saya dan suami sudah klarifikasi ke sekolah,” kata Diah.

Menurut keluarga, korban kemudian sempat menunjukkan orang-orang yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya. 

Namun, polisi belum menyimpulkan adanya hubungan antara dugaan kekerasan tersebut dengan penyebab kematian korban. Seluruh informasi masih didalami melalui pemeriksaan saksi dan hasil pemeriksaan forensik.

Pemkab Pemalang Evaluasi Sekolah

Pemerintah Kabupaten Pemalang juga menyatakan telah menerima informasi mengenai dugaan kekerasan tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut