Ratusan Penghayat Sapta Darma dan Warga Rayakan Suronan di Sanggar Candi Busana Blater
Para perempuan penganut kepercayaan, yang juga tergabung dalam organisasi Puan Hayati juga hadir di sana. Di Jateng, Puan Hayati diketuai Dwi Setyani Utami yang juga warga Blater Lor.
Setelah dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila, dilanjutkan pembacaan 7 Sesanti alias Wewarah Pitu, yang berisi kewajiban Warga Sapta Darma. Ajaran yang diturunkan dari leluhur mereka.
“Ratusan orang warga Sapta Darma di sini, walaupun belum semuanya, sudah mencantumkan penghayat pada kolom agama di KTP,” ujar Kundono.
Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Semarang Sugiyarta mengatakan ke depan akan dibentuk Paguyuban Kerukunan Umat Beragama tingkat kecamatan, legal formalnya yakni dengan Peraturan Bupati masih proses.
“Jika di lingkup yang kecil-kecil kerukunan terjaga, maka negara akan kuat. Paguyuban Sapta Darma di sini jadi salah satu pemicu suasana kerukunan di lingkungan dan meluas,” katanya.