Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Guru Ngaji di Klaten Cabuli 2 Putri Kandung Sekaligus, Terungkap dari Diary Korban
Advertisement . Scroll to see content

Rekonstruksi Tahanan Titipan Tewas di Polres Klaten Digelar, Korban Dipukul 11 Kali

Jumat, 06 November 2020 - 12:56:00 WIB
Rekonstruksi Tahanan Titipan Tewas di Polres Klaten Digelar, Korban Dipukul 11 Kali
Rekonstruksi Tahanan Titipan Tewas di Polres Klaten Digelar, Korban Dipukul 11 Kali (Foto: iNews/Bramantyo)
Advertisement . Scroll to see content

KLATEN, iNews.id - Penyidik Polres Klaten Jawa Tengah menggelar rekonstruksi kasus tewasnya tahanan titipan Kejaksaan Ali Mahbub, Jumat (6/11/2020). Dari hasil rekonstruksi, korban diketahui dipukul sesama narapidana sebanyak 11 kali.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mengatakan rekontruksi ini untuk menguji kebenaran keterangan dari tersangka dan saksi terkait kejadian saat itu.

"Tujuannya untuk menguji kebenaran keterangan dari tersangka dan saksi terkait perbuatan yng dilakukan pada saat kejadian," kata Kasatreskrim, Andryansyah Jumat (6/11/2020).

Rekonstruksi ini rencananya ada 39 adegan. Namun, jumlah adegan bisa berkurang atau bertambah melihat perkembangan saat rekontruksi.

"Untuk temuan baru nanti kita sampaikan selanjutnya. Karena rekonstriksi masih berjalan," ucapnya.

Sementara itu terkait luka yang dialami korban, dari hasil autopsi memang banyak ditemukan luka-luka di beberapa bagian tubuh akibat benda tumpul.

"Dari hasil autopsi memang ditemukan luka luar dan luka dalam. Nanti kami sesuikan dari hasil rekonstruksi para tersangka," ucapnya.

Saat ini, penyidik sudah menetapkan 10 orang menjadi tersangka dan tidak menutup kemungkinan nanti ada penambahan tersangka.

Motif penganiayaan untuk saat ini memang setelah didalami hanya merasa karena tahanan ini baru masuk biar mereka dihargai oleh tahanan baru. Sebelumnya korban adalah tahanan di Polsek Wonosari, setelah proses berlanjut dititipkan di Polres.

"Namun mereka tidak memikirkan akibatnya bisa sefatal itu, mengakibatkan korban meninggal," ucapnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut