Tawuran Maut di Semarang Tewaskan Remaja 16 Tahun, Polisi Sita 6 Klewang dan Busur Panah
Wakapolrestabes Semarang AKBP M Faisal Perdana mengatakan, kepolisian akan mengoptimalkan pencegahan melalui edukasi di sekolah, patroli malam, serta kerja sama dengan orang tua dan pihak pendidikan.
Pengawasan terhadap aktivitas kelompok percakapan di kalangan pelajar juga akan diperkuat untuk mendeteksi potensi tawuran sejak dini.
“Kami mengajak orang tua untuk memastikan keberadaan anak-anaknya, terutama apabila hingga malam belum pulang. Sekolah dan keluarga juga perlu bersama-sama mengawasi pergaulan serta aktivitas anak agar tidak terjerumus dalam kelompok yang mengarah pada kekerasan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto menegaskan, Polda Jateng dan Polrestabes Semarang berkomitmen menuntaskan perkara secara profesional sekaligus mencegah kekerasan serupa terulang.
Dia mengajak masyarakat, sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas remaja serta segera melaporkan potensi tawuran kepada kepolisian.
“Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari kekerasan dan pergaulan yang berisiko. Pencegahan tawuran membutuhkan peran bersama antara kepolisian, keluarga, sekolah, dan lingkungan. Mari kita bangun kepedulian dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak kita,” ucapnya.
Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara menyeluruh peran pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tawuran maut tersebut.
Editor: Donald Karouw