Usung Konsep Low Carbon City, Mahasiswa UNS Juarai Urban Motion 3.0 ITB
Terkait esai yang ditulis, Difa menegaskan bahwa esai itu berisi konsep suatu kota yang resilience atau kota yang berketahanan. Tujuannya agar kota tersebut dapat berketahanan dengan perubahan-perubahan yang ada seiring berkembangnya jaman
"Suatu kota diharapkan dapat menjadi kota yang resilience, yaitu kota yang berketahanan dengan adanya perubahan-perubahan yang beriringan dengan pesatnya kemajuan teknologi dan perkembangan zaman," ucapnya.
Namun, konsep Low Carbon City perlu didukung dengan adanya langkah untuk mengurangi emisi dari transportasi umum, konsep green building, pengurangan penggunaan energi, penambahan ruang terbuka hijau (RTH), dan penggunaan energi terbarukan.
Namun, dalam implementasinya Difa menemui sejumlah permasalahan. Salah satu contohnya, Difa mengatakan adanya pengalihfungsian lahan menjadi bangunan. Padahal, sebuah kota/ kabupaten setidaknya harus memiliki RTH sebesar 30 persen.
Dia mengusulkan adanya kebijakan insentif dan disinsentif sebagai cara untuk menetapkan kewajiban dalam menerapkan konsep green building dalam membangun suatu bangunan.
"Sebagai contoh semisal pemberlakuan pajak yang lebih rendah bagi pabrik yang telah menggunakan konsep green industri dan menggunakan energi terbarukan dalam pengolahan produknya," ucapnya.
Editor: Nani Suherni