Viral Jutaan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Juwana Pati Mati Imbas Kemarau Ekstrem
PATI, iNews.id – Fenomena jutaan ikan sapu-sapi mati terdampar di Sungai Juwana, Kabupaten Pati, viral di media sosial.
Fenomena memprihatinkan tersebut melanda sedikitnya 8 kecamatan dan ratusan desa di Kabupaten Pati. Salah satu lokasi terdampak paling parah berada di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan.
Surutnya air hingga ke dasar Bendung Karet Sungai Juwana membuat jutaan ikan sapu-sapu tidak dapat bertahan hidup.
Bangkai ikan yang penuhi dasar sungai yang mengering tersebut mendadak viral di media sosial dan menyedot perhatian warga sekitar yang penasaran ingin melihat fenomena langka tersebut dari dekat.
Warga asal Juwana, Anton, mengaku sengaja mendatangi lokasi setelah melihat unggahan video yang ramai di jagat maya.
"Awalnya saya lihat di media sosial terkait kondisi bendung karet yang kering dan banyak ikan terdampar. Biasanya bendung ini tidak pernah asat sampai kering begini, tapi dugaan karena kemarau ekstrem tahun ini jadi habis total," ungkap Anton, Selasa (1/9/2026).
Kondisi Sungai Juwana yang mengering total membawa ancaman serius bagi sektor pertanian di sepanjang aliran sungai. Pasalnya, sungai tersebut merupakan sumber air utama satu-satunya yang diandalkan para petani untuk mengairi areal persawahan mereka.
Warga Desa Bungasrejo, Lukito, mengeluhkan kondisi kemarau panjang yang kian menyulitkan para petani. Banyak tanaman padi dan palawija yang terancam puso atau gagal panen akibat krisis air yang memburuk.
"Banyak petani di sepanjang sungai yang butuh air untuk sawah. Akibat bendung asat, jangankan mengairi sawah, jutaan ikan saja sampai mati. Kami sangat berharap ada bantuan gelontoran air dari waduk lain ke Sungai Juwana ini agar petani tidak gulung tikar," ujar Lukito.