Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sosok Marsinah, Aktivis Buruh Pabrik asal Nganjuk yang Dianugerahi Pahlawan Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Zaman Muda Jadi Mata-Mata Tentara Indonesia, Kakek Ini Kini Berjuang Jualan Mainan

Jumat, 14 Agustus 2020 - 10:34:00 WIB
Zaman Muda Jadi Mata-Mata Tentara Indonesia, Kakek Ini Kini Berjuang Jualan Mainan
Ngatimin Citrowiyono (87), mantan mata-mata tentara Indonesia kini berjualan mainan anak-anak (Foto: iNews/Septyantoro)
Advertisement . Scroll to see content

SOLO, iNews.id - Seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang dulu bertugas menjadi mata-mata untuk mengawasi pergerakan Belanda, kini masih harus berjuang. Bedanya kali ini dia berjuang menjajakan mainan anak-anak untuk menyambung hidup.

Ditemui tim iNews, Ngatimin Citrowiyono, kakek yang usianya sudah mencapai 87 tahun ini sedang membereskan barang dagangannya. Kakek yang akrab dipanggil Mbah Semprong ini dulunya seorang mata-mata.

Diketahui Pak Min lahir tahun 1933 di Colomadu, Kranganyar, sebelumnya ayahnya meninggal karena tertembak pasukan Belanda saat berperang. Saat muda, dia ikut berperang mewalan penjajah dalam agresi militer Belanda II di Donohudan, Boyolali.

Saat itu, Pak Min masih berumur 16-17 tahun. Dianggap belum dewasa, dia pun medapat tugas menjadi mata-mata Indonesia untuk mengawasi gerakan Belanda.

"Yang namanya penyamar itu ya enggak ada pangkatnya. Yang penting itu saya membela bangsa dan negara. Yang maha kuasa yang tahu," kata Ngatimin.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut