Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Identitas Kerangka Manusia di Bukit Jember, Warga Diduga Depresi usai Cerai dengan Istri
Advertisement . Scroll to see content

2 Pekan Kasus Covid-19 Capai 4.000, Khofifah: Butuh Banyak Energi Turunkan Penularan

Kamis, 25 Juni 2020 - 15:34:00 WIB
2 Pekan Kasus Covid-19 Capai 4.000, Khofifah: Butuh Banyak Energi Turunkan Penularan
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan laporan kondisi Jatim di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (25/6/2020). (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengakui percepatan penambahan pasien positif Covid-19 di Jatim sangat luar biasa. Dalam waktu dua minggu atau 14 hari saja, jumlah kasus yang semula 4.000 kasus naik menjadi 8.000 kasus.

"Tentu kami sangat membutuhkan banyak energi yang bisa kita maksimalkan, bagaimana kemudian kita menurunkan cepatnya penularan ini,” kata Khofifah dalam sambutanya di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (25/6/2020).

Saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) selama tiga tahap, Khofifah sempat optimistis kasus Covid-19 di Jatim akan turun. Hal ini melihat dari rate of transmission (RT) Covid-19 atau rasio penambahan kasus di Jatim yang sempat turun di bawah angka 1.

"Izin Pak Presiden, kami sempat mendapatkan kebahagiaan ketika tanggal 9 Juni sebetulnya Rate of transmission di Jawa Timur sudah 0,86 persen. Tapi kemudian ada kenaikan kembali pada tanggal 24 Juni kemarin menjadi 1,08 persen," katanya.

Khofifah juga memaparkan temuan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), terkait tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan protokol Covid-19 yang rendah. Tercatat untuk kepatuhan masyarakat di Surabaya Raya di tempat ibadah, ada 70 persen yang tidak menggunakan masker, dan ada 84 persen tidak melakukan physical distancing.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut