5 Fakta Gempa Situbondo, Goncangan Dirasakan di 18 Kabupaten/Kota
Berikut sejumlah fakta gempa Situbondo yang dirangkum iNews.id
1. Kekuatan gempa 2 kali dimutakhirkan
Gempa bumi tektonik dekat Situbondo awalnya dilaporkan berkekuatan 6,4 skala richter (SR), yang terjadi Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB. Kemudian dimutakhirkan menjadi 6,3 SR pukul 01.57 WIB. Selanjutnya, setelah pengolahan dilengkapi dengan data gempa, hasil catatan dari 156 sensor seismic diperoleh magnitude hasil pemutakhiran menjadi berkekuatan M=6,0 atau 6 SR.

2. Dirasakan di 18 Kabupaten/Kota
Getaran gempa tak hanya dirasakan kuat di Situbondo, namun juga tiga pulau di wilayah Jatim. Data BMKG, ada 18 kabupaten/kota yang merasakan dampak gempa skala III dan IV MMI. Yakni Denpasar, Karangkates (Malang), Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan, Sumenep, Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Probolinggo, Bondowoso, Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Mojokerto, Nusa Dua.
3. Menelan korban jiwa
Peristiwa gempa bumi ini menelan tiga korban jiwa dan delapan terluka. Korban tewas merupakan warga Sumenep yang sedang tidur saat gempa terjadi sehingga tidak sempat menyelamatkan diri saat bangunan roboh. Identitasnya yakni Nuril Kamiliya (L/7), H Nadhar (P/55), dan laki-laki dewasa masih diidentifikasi. Ketiganya warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep.

4. Gempa Susulan Terus Terjadi
Usai gempa berkekuatan 6,0 SR Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB, telah terjadi belasan gempa susulan hingga pagi ini. BMKG Juanda di Sidoarjo mencatat terjadi 17 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar 3,5 SR dan terkecil 2,4 SR.
5. Respons Cepat Pemprov Jatim
Gubernur Jatim Soekarwo mengimbau para korban gempa di Situbondo dan Sumenep tidak risau karena pemprov dan pemkab menjamin seluruh kebutuhan korban terdampak. Kerusakan bangunan, biaya pengobatan di rumah sakit, serta bantuan logistik akan ditanggung Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota.
Editor: Donald Karouw