Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mayat Terikat Ditemukan dalam Rumah Kosong di Jember, Pelaku Ditangkap Kurang dari 8 Jam
Advertisement . Scroll to see content

Aksi Heroik Gajah Mada dan Pasukan Bhayangkara Gagalkan Pembunuhan Raja Majapahit

Sabtu, 16 Juli 2022 - 06:08:00 WIB
Aksi Heroik Gajah Mada dan Pasukan Bhayangkara Gagalkan Pembunuhan Raja Majapahit
Ilustrasi mahapatih Gajah Mada. (Foto : ist)
Advertisement . Scroll to see content

Bahkan Ra Kuti menawarkan balas jasa berupa penghargaan dan pangkat bila nantinya berhasil menjadi raja. Setelah merasa kuat dan sudah waktunya, Ra Kuti dan pasukannya melakukan gerakan menyerbu istana. Pemberontakan Ra Kuti terjadi pada 1241 saka atau 1319 Masehi. Pada penyerangan ke istana, senopati perang yang sedang tidur pulas banyak yang menjadi korban keganasan pedang Ra Kuti dan komplotannya. 

Namun niat Ra Kuti membunuh Jayanagara tidak terlaksana. Sebabnya sangat raja yang sedang tidur pulas ternyata gagal dibunuh. Aksi kesigapan pasukan Bhayangkara yang mengawalnya, menjadikan Jayanagara dibawa lari sambil mengungsi oleh seorang Bekel Bhayangkara bernama Gajah Mada

Kala itu Gajah Mada menjadi komandan pasukan khusus Bhayangkara yang terdiri atas 15 prajurit pengawal khusus raja yang masih setia. Pasukan Bhayangkara ini bukanlah pasukan sembarangan, mereka merupakan penjaga keamanan raja yang terdiri atas orang-orang sakti dan setia yang dipilih. 

Para pengiring raja itu terdiri atas pengawal dan pelayan tersebut kemudian disebut pengalasan. Konon selama dalam pelarian di Desa Bedander itulah Gajah Mada terpaksa membunuh seorang abdi pangalasan yang juga anggota pasukan Bhayangkara yang minta izin paksa untuk pulang ke Kotaraja Majapahit.

Gajah Mada yang tak mengizinkannya, tetap dipaksanya untuk bisa meninggalkan Bedander. Alhasil Gajah Mada yang melihat gelagat aneh, terpaksa membunuh pasukannya dengan menusukkan kerisnya. Tindakan yang diambil Gajah Mada jelas agar tidak ada yang tahu kemana Raja Majapahit ini mengungsi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut