Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Bengkulu Ungkap Perdagangan MCB Palsu, Dipasok dari Sumsel
Advertisement . Scroll to see content

Bersertifikat SNI, Cangkul Buatan Gresik siap Bersaing dengan Produk Impor

Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:34:00 WIB
Bersertifikat SNI, Cangkul Buatan Gresik siap Bersaing dengan Produk Impor
Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menunjukkan cangkul produksi Gresik. (Foto: iNews.id/Agus Ismanto).
Advertisement . Scroll to see content

Titus menyatakan kebutuhan cangkul di pasar dalam negeri sekitar 2,5 juta unit per tahun. Selama ini, dipenuhi produk impor dari Tiongkok dan Thailand. Untuk itu, pihaknya bersiap mengambil ceruk tersebut dan bersaing dengan produk asing.

"Kualitas produk yang kami jamin di atas produk impor. Harga yang kami tawarkan kepada distributor juga bersaing, tidak kalah dengan cangkul impor," kata Titus.

Pada tahap awal, pihaknya fokus pada pemenuhan kebutuhan cangkul dalam negeri. Setelah itu, akan fokus membidik pasaran ekspor, lantaran cangkul yang diproduksi kualitasnya tidak kalah bagus dengan asing. 

Plt Direktur Jenderal (Ditjen) Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita, menyambut positif cangkul produksi PT IBPM yang sudah mengantongi SNI. Sebab dengan ini, kualitas produk tersebut sudah sesuai dengan standar.

"SNI berfungsi memberikan perlindungan dan jaminan kualitas kepada konsumen atas keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup (K3L)," kata Reni. 

Reni menambahkan, melalui sertifikasi SNI yang sudah didapatkan bakal membuat produk cangkul buatan PT IBPM segera masuk dalam e-katalog. Sehingga banyak masyarakat percaya, yang kemudian bakal membeli produk buatan dalam negeri berkualitas ini.

Reni mengatakan, SNI merupakan salah satu instrumen dalam rangka menjalankan strategi pencapaian target substitusi impor hingga 35 persen pada tahun 2022. Program tersebut juga termasuk dalam rangka pemulihan ekonomi nasional setelah dilanda pandemi Covid-19.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut