Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Massa PSHT Kepung Polrestabes Surabaya, Desak Seluruh Debt Collector Ditangkap!
Advertisement . Scroll to see content

Bripda Ahmad Kehilangan Satu Mata Terkena Bom Mapolrestabes Surabaya

Selasa, 15 Mei 2018 - 12:29:00 WIB
Bripda Ahmad Kehilangan Satu Mata Terkena Bom Mapolrestabes Surabaya
Bripd Ahmad Nurhadi yang menjadi korban ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018) lalu kritis. Dia kehilangan satu mata. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id – Satu dari empat anggota polisi yang menjadi korban bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya kritis. Bripda Ahmad Nurhadi, kehilangan satu mata dan harus dirujuk ke RS dr Soetomo untuk menjalani operasi.

“Dia (Bripda) terkena letusan bom di bagian mata. Satu matanya hilang. Mudah-mudahan sebagian matanya bisa fungsikan lagi. Sekarang masih menjalani operasi,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Machfud menjelaskan, tiga anggota polisi lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Jatim. Ketiganya telah menjalani operasi dan masih dalam pengaruh obat bius. “Kondisinya naik turun, kadang sadar, melek (membuka mata) kadang memejamkan mata. Itu karena obat bius,” katanya.

Kondisi sama juga terjadi pada dua polisi yang menjadi korban bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Utara. Namun, kondisi kedua anggota polisi ini relatif lebih stabil.

“Untuk yang dua ini sudah dapat kenaikan pangkat dari Mabes Polri. TR-nya (telegram rahasia) sudah turun. Mudah-mudahan yang empat lagi segara menyusul,” katanya.

Machfud mengaku sudah mengajukan nama keempat anggota polisi yang menjadi korban ledakan bom di Polrestabes Surabaya itu kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. “Mereka ini adalah pahlawan. Mereka mempertaruhkan nyawa demi keamanan bersama. Mudah-mudahan TR kenaikan pangkat segera turun,” ujarnya.

Rangkaian bom bunuh diri mengguncang Surabaya dalam dua hari terakhir. Diawali ledakan di tiga gereja pada Minggu (13/5/2018), berlanjut di Rusunawa Sidoarjo, disusul ledakan di depan Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018).

Kapolri mengatakan, dari tiga kasus ledakan bom itu semuanya dilakukan sekeluarga. Untuk serangan di tiga gereja, dalang teror diyakini Dita Oeprianto yang diidentifikasi sebagai ketua jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Surabaya.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut