Cerita 3 Tokoh Menggemparkan asal Blitar yang Membuat Pusing Pemerintah
Kusni berpostur tidak terlalu tinggi, namun juga tidak pendek. Perawakannya kecil, berkulit sawo matang, dengan gerak-gerik yang gesit. Kusni yang terkenal pendiam dan cenderung pemurung, memelihara kumis tipis. Kendati demikian, pemuda bersorot mata tajam itu terkenal memiliki solidaritas yang tinggi kepada sesama pejuang.
Di Malang, Kusni terlibat aksi pelucutan tentara Jepang. Dia juga ikut memimpin penyerbuan gudang-gudang senjata, merampas amunisi Jepang, dan lalu membagi-bagikan ke sesama pejuang.
Kusni juga terlibat aktif dalam aksi perebutan aset-aset vital yang sebelumnya dikuasai Jepang. Darah Kusni Kasdut mendidih ketika mendengar tentara Sekutu dan Belanda yang membonceng NICA berusaha masuk Surabaya.
Pada Oktober 1945, dengan berbekal sepucuk bedil thomson rampasan, sebutir granat rakitan produksi Claket (Malang), serta semangat nasionalisme yang membara,ia bertolak ke Surabaya. Kusni terlibat pertempuran 10 Nopember.
"Kusni dan rombongan naik kereta api menuju Surabaya. Sejak waktu masih di Rampal sampai dekat kota (Malang), suasana terus makin panas," tulis Parakitri dalam buku “Kusni Kasdut”.