"Untuk saat ini, saya ingin bekerja di rumah saja, seperti membuat es jus atau puding susu yang dijual melalui online. Supaya saya bisa fokus merawat anak," katanya.Dina juga berharap ada bantuan rumah susun dari Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya, karena rumah petak yang ditinggalinya merupakan milik dari adik ibunya, yang akan dijual dalam waktu dekat.
Diketahui, Dina melahirkan anak tidak normal berinisial MPF (5 bulan) dan baru menjalani operasi di Rumah Sakit Umum (RSU) dr Soetomo Surabaya untuk pemasangan selang untuk saluran cairan di kepala. Bayi malang ini didiagnosis mengidap Facial Cleft Tessier Hydrocephalus Myelomeningocele.
Selain mengidap Hydrocypalus, Pandhu juga mengalami cacat pada wajah, khususnya di bagian bibir, hidung dan mata. Dia tidak bisa memakai dot untuk susu formula. Bahkan, untuk minum ASI pun, bayi ini kesulitan.
Editor: Kastolani Marzuki