Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Petani di Kendal Duel Maut Pakai Tangan Kosong gegara Asmara, 1 Orang Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Petani Mendadak jadi Miliarder karena Proyek Tol, Sedih Kehilangan Sawah dan Pekerjaan

Selasa, 21 September 2021 - 19:33:00 WIB
Cerita Petani Mendadak jadi Miliarder karena Proyek Tol, Sedih Kehilangan Sawah dan Pekerjaan
Warga terdampak jalan Tol Solo-Jogja di Desa Beku, Kecamatan Karanganom saat proses penerimaan uang ganti rugi di gedung pertemuan setempat. (Foto: iNews/Saeful Effendi)
Advertisement . Scroll to see content

“Sudah beli dua rumah jadi, harganya sekitar Rp600 juta dan Rp500 juta. Sementara selebihnya nanti akan dibagi-bagi ke 12 saudara yang lain,” kata Paiman.

Paiman juga mengatakan, meski dirinya sudah memiliki rumah pengganti di Desa Beku, dia belum menempatinya. Rumahnya yang direncanakan terlintasi jalan Tol Solo-Jogja masih ditempatinya sampai saat ini.

“Kalau saya memilih untuk dibelikan rumah lagi. Soalnya rumah saya kena terdampak tol. Jika dibelikan lahan pengganti, rasanya tidak cukup,” katanya.

Sementara Kepala Desa Beku, Alex Bambang Wijanarko mengatakan, di wilayahnya yang terdampak jalan tol terdapat 69 bidang tanah. Dari jumlah itu 20 bidang di antaranya merupakan tanah kas desa (TKD).

“Yang terdampak jalan tol seperti rumah, lahan pertanian, makam dan musala. Sudah banyak warga kami yang down payment (DP) untuk beli rumah, terutama yang rumahnya terkena, rata-rata juga masih di Desa Beku,” ujarnya.

Dia mengatakan, hingga proses warganya yang terdampak tol menerima uang ganti rugi, tidak ada gejolak yang berarti. Seluruhnya dilalui dengan lancar. Sementara proses pencarian lahan pengganti untuk TKD sudah digelar musyawarah desa (musdes) pertama. 

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut