CFD Jalan Pahlawan Kota Madiun Punya Konsep Baru, Murni Aktivitas Warga Bukan Jualan
"Madiun Menari bukan acara dari pemerintah untuk rakyat. Ini murni gerakan rakyat untuk kotanya sendiri. Kota Madiun tidak sedang menyelenggarakan acara. Kota Madiun sedang menumbuhkan gerakan budaya," ucapnya usai acara Madiun Menari.
Pada kesempatan itu, diaa menekankan bahwa orientasi kegiatan bukanlah pencapaian sesaat atau penghargaan semata, melainkan keberlanjutan yang hidup di tengah masyarakat
"Kami tidak mengejar rekor. Yang kami kejar adalah keberlanjutan. Kalau tujuannya hanya untuk penghargaan itu gampang, selesai acara selesai juga. Tapi kalau ini jadi gerakan, dia akan hidup terus di sekolah, di sanggar, di kampung-kampung," ujarnya dengan bijak.
Hal yang sama berlaku untuk pengelolaan Jalan Pahlawan secara keseluruhan. Menurut orang nomor satu di Pemkot Madiun itu, CFD ini tidak sekadar diatur untuk sementara, melainkan ditumbuhkan sebagai kebiasaan dan milik bersama warga.
Di hari pertama pelaksanaan CFD yang baru ini, sepanjang jalan sudah diwarnai berbagai aktivitas yang digerakkan langsung oleh komunitas.
Diantaranya sepatu roda, pushbike, mobil remot control, sepak takraw, komunitas menembak, hingga warga yang sekadar berjalan kaki, bersepeda, atau berolahraga bersama keluarga tanpa terhalang kendaraan maupun keramaian lapak dagang.
"Ini yang pertama tentu jadi bahan evaluasi. Tadi saya lihat sudah ada beberapa komunitas yang bergabung. Saran dan masukan tentu kita terima, harapannya kegiatan bisa terus berjalan sebagai ruang seluruh masyarakat," katanya.
Sejalan dengan identitas kawasan yang kini diisi Spectra Night di malam hari sebagai ruang budaya, nama CFD pun direncanakan akan diganti menjadi Madiun Experience Sunday.
Nama baru ini dipilih agar lebih mencerminkan hakikat kawasan tersebut. Yaitu ruang berbagi pengalaman budaya, olahraga, dan kebersamaan seluruh warga Kota Madiun. Ruang yang dibangun rakyat, untuk rakyat, dan tetap hidup untuk menjadi milik dan dinikmati rakyat.
Editor: Kurnia Illahi