Diguyur Hujan Lebat, Jalan Selingkar Wilis Tulungagung Longsor Separuh
Hingga pada puncaknya, usai hujan deras awal September, separuh badan jalan patah dan ambrol ke jurang. Akibatnya, akses jalan hanya tersisa separuhnya.
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, BPBD Tulungagung bersama perangkat desa, warga dan dibantu TNI/Polri bergotong-royong memasang pengaman berupa pagar bambu, water barier di sekitar titik longsor. Tujuannya, agar kendaraan yang melintas tidak terperosok ke dalam lokasi longsor.
Jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat di Kecamatan Pagerwojo serta jalur alternatif untuk ke Trenggalek dan Ponorogo dari sisi utara. Jika jalan tersebut putus total, maka sebagian warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagerwojo akan terisolasi.
“Sebab tidak ada jalur alternatif menuju daerah bawah. Kalau sepeda motor mungkin masih bisa lewat alternatif lain, tapi kalau mobil sulit,” katanya.
Akses jalan tersebut rencana akan mulai dibangun pada 18 September mendatang. Dia pun berharap pembangunan dilakukan dengan maksimal, sehingga tidak mudah longsor atau rusak.
"Apalagi di situ ada mata airnya, kalau pondasi atau pancangnya tidak kuat akan mudah rusak," katanya.
Editor: Umaya Khusniah