Dulu Jualan Jeruk Pakai Motor, Kini Antoni Mampu Kirim 3 Truk Sehari Berkat BRI
Selain memperoleh akses pembiayaan, klaster yang dikoordinasikan Antoni juga mendapatkan dukungan sarana usaha berupa timbangan, peti buah, dan keranjang bambu. Para anggota turut memperoleh pembinaan melalui program Desa BRILiaN serta kesempatan mengikuti berbagai kegiatan bazar untuk memperkenalkan jeruk Semboro kepada pasar yang lebih luas.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas usaha, tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga pengelolaan dan pemasaran produk.
Pertumbuhan usaha jeruk Semboro turut menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Meningkatnya aktivitas perdagangan membuka kebutuhan tenaga kerja dalam berbagai tahapan usaha, mulai dari pemetikan, penanganan dan pengemasan buah, hingga pengangkutan serta distribusi.
Pedagang pengumpul umumnya melibatkan satu hingga dua pekerja, sedangkan distributor membutuhkan lebih banyak tenaga kerja seiring meningkatnya volume perdagangan.
“Dulu kami benar-benar hanya pedagang kecil, membawa beberapa kuintal saja. Setelah bersama-sama dengan BRI, kami bisa berkembang dan mengirim ke berbagai wilayah, dari Yogyakarta, Cirebon, Pangkalpinang, Jakarta, Lombok sampai Papua. Jadi yang kami rasakan bukan hanya tambahan modal, tetapi kemampuan usaha kami juga meningkat,” tutur Antoni.
Perjalanan Antoni bersama para anggota klaster menunjukkan bahwa akses pembiayaan yang disertai penguatan kapasitas usaha dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Melalui dukungan BRI, para pedagang kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan skala usaha, memperluas jaringan pemasaran, dan menciptakan manfaat ekonomi yang menjangkau petani serta masyarakat di sekitar sentra produksi jeruk Semboro.
Menurut Antoni, pertumbuhan perdagangan juga menciptakan efek berganda bagi masyarakat. Aktivitas usaha membutuhkan tenaga kerja untuk pemetikan, penanganan buah, hingga pengiriman.
“Jadi ketika usaha berkembang, yang merasakan manfaat bukan hanya kami. Petani bisa menjual hasil panennya, pedagang bisa membeli lebih banyak, dan ada masyarakat yang mendapatkan pekerjaan. Dari situ perekonomian benar-benar berputar,” katanya.