Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh! Warga Jombang Temukan Sumur Kuno Peninggalan Majapahit saat Gali Makam
Advertisement . Scroll to see content

Gali Septic Tank, Warga Jombang Temukan Sumur Kuno Berusia 1.000 Tahun Era Kerajaan Medang

Rabu, 04 November 2026 - 01:00:00 WIB
Gali Septic Tank, Warga Jombang Temukan Sumur Kuno Berusia 1.000 Tahun Era Kerajaan Medang
Arkeolog meneliti temuan jobong atau tepian sumur kuno yang diduga berasal dari masa Kerajaan Medang di Desa Menganto, Jombang. (Foto: iNews).
Advertisement . Scroll to see content

"Penemuan ini merupakan sebuah artefak, disebut juga Jobong mungkin ada juga yang menyebutnya dengan perigi tapi umumnya di Jawa Timur itu disebut Jobong, yaitu dinding sumur," ujar arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, Indra Eka Widyajaya, Selasa (3/11/2026). 

Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Kondisi jobong yang sudah rapuh akibat usia membuat lapisan pertama dan kedua pecah saat tanah di sekitarnya digali. 

Lapisan ketiga juga mengalami kerusakan, meski potongannya yang berukuran lebih besar berhasil diamankan untuk penelitian lebih lanjut.

Selain jobong, petugas menemukan sejumlah potongan bata merah kuno di dalam sumur. Ukuran bata tersebut diketahui memiliki kemiripan dengan bata merah yang digunakan pada Candi Pandegong, yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi penemuan.

Berdasarkan penemuan awal tersebut, arkeolog menduga sumur kuno itu merupakan bagian dari kompleks hunian elite yang sezaman dengan Kerajaan Medang pada era pemerintahan Mpu Sindok, sekitar abad ke-10 Masehi.

Meski demikian, dugaan usia dan keterkaitan sumur dengan Kerajaan Medang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Untuk kepentingan pelestarian dan kajian arkeologi, petugas mengamankan sebagian potongan jobong sebagai sampel penelitian.

Sementara itu, lapisan jobong keempat yang berada paling bawah tetap dibiarkan di lokasi penemuan. Langkah tersebut dilakukan karena kondisinya dikhawatirkan akan hancur apabila dipaksakan untuk dievakuasi.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut