Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Suami Istri di Sampang Disekap dan Diikat di Tiang gegara Utang Narkoba
Advertisement . Scroll to see content

Gegara Tagih Utang Rp3 Juta, Perangkat Desa di Probolinggo Dibacok hingga Terluka Parah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:19:00 WIB
Gegara Tagih Utang Rp3 Juta, Perangkat Desa di Probolinggo Dibacok hingga Terluka Parah
Penagihan utang berujung aksi kekerasan di Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (Foto: iNews Probolinggo).
Advertisement . Scroll to see content

PROBOLINGGO, iNews.id - Penagihan utang berujung aksi kekerasan di Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Seorang perangkat desa berinisial S terluka parah setelah terlibat bentrokan dengan K.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar perempatan Pungging Cermin, Dusun Bindung, Selasa (11/8/2026) pukul 13.30 WIB. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Desa Jrebeng Ruslan mengatakan, persoalan tersebut bermula dari utang sekitar Rp3 juta yang belum dibayar selama lebih dari satu tahun. Selain utang tersebut, masih ada persoalan kredit handphone (HP).

“Utangnya sekitar Rp 3 juta, sudah lebih dari satu tahun. Selain itu masih ada kredit HP,” ujar Ruslan dikutip dari iNews Probolinggo, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, persoalan kemudian memanas hingga terjadi pembacokan. S mengalami sejumlah luka dan sempat kehilangan kesadaran setelah bentrokan tersebut.

Korban dibawa ke RS Ar-Rozzy untuk mendapatkan penanganan medis. Karena kondisi korban disebut cukup kritis, terdapat rencana untuk merujuk S ke Jember.

Sementara itu, Kapolsek Wonomerto AKP Bagus Purnama mengatakan, polisi masih mendalami kasus tersebut. K telah ditahan untuk diperiksa.

“Motif sementara karena utang piutang. Untuk jelasnya seperti apa, kami masih belum tahu karena masih pemeriksaan,” kata AKP Bagus.

Dia menjelaskan, kejadian bermula saat S mendatangi pihak yang memiliki utang untuk menagih pembayaran. Namun, K belum dapat memenuhi permintaan tersebut hingga keduanya terlibat cekcok.

“Si S ini nagih utang, terus karena si K ini tidak dapat memenuhi permintaan untuk melunasi utang, ada cekcok mulut,” ucapnya.

Perselisihan tersebut kemudian berkembang menjadi perkelahian. Polisi menyebut S kembali ke lokasi setelah mengambil celurit, sebelum akhirnya terlibat bentrokan dengan K.

Akibat kejadian itu, S mengalami luka robek pada bagian punggung dan belakang kepala, tepatnya di dekat telinga kiri. “Luka yang paling parah itu lecet robek di punggung sama di sebelah kepala belakang dekat telinga kiri,” ucapnya.

Polisi mengamankan K pukul 14.30 WIB, atau sekitar satu jam setelah kejadian. Saat ini, penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk motif dan kronologi bentrokan yang menyebabkan perangkat desa itu mengalami luka serius.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut