Jaga Netralitas, Soekarwo Pilih Tak Jadi Jurkam Khofifah
Pakde Karwo mengatakan, pendirian posko ini menjadi gerakan yang menguntungkan dari segi organisasi, bahwa proses kaderisasi di Partai Demokrat berjalan. “Memasang (posko) itu kan proses keseriusan pengenalan terhadap pemilih,” tandasnya.
Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Kuswanto menambahkan, keputusan Pakde tidak menjadi jurkam Khofifah sangat tepat. Selain menghindari kekosongan jabatan, hal itu juga menjaga netralitas sebagai gubernur dan menjaga stabilitas dan kelangsungan pemerintahan di Jatim.
“Kalau Pakde cuti untuk menjadi jurkam, lalu wakilnya (Saifullah Yusuf) juga cuti maka akan terjadi kekosongan pemerintahan. Ini tidak baik. Maka ini (tidak menjadi jurkam) adalah konsekuensi logis sebagai gubernur. Pakde tetap akan menjaga stabilitas dan kelangsungan pemerintahan di Jatim,” paparnya.
Meski begitu, sebagai ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Kuswanto memastikan bahwa Pakde Karwo akan total dalam memenangkan Khofifah-Emil, pasangan yang diusung Demokrat bersama sejumlah parpol lain, termasuk Golkar dan Hanura.
“Pakde dalam kaitan sebagai gubernur, tentu harus netral dan itu terbatas pada jurkam. Tapi untuk strategi pemenangan yang lain, itu (memenangkan Khofifah-Emil) merupakan kewajiban bagi Pakde sebagai ketua dari parpol pengusung,” tandasnya.
Editor: Kastolani Marzuki