Barang-barang ini dapat menyisakan genangan tempat nyamuk berkembang. Selain itu untuk menghindari gigitan nyamuk, masyarakat dapat menggunakan lotion anti nyamuk, pemakaian kelambu, memasang kawat kasa dan lain-lain.
Selain rumah, tempat lain yang juga harus dijaga kebersihannya yakni sekolah, tempat kerja, tempat ibadah dan tempat-tempat umum. Fogging (pengasapan-red) hanya membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, tapi tidak dengan jentik-jentik nyamuk.
Fogging tidak menjadi alternatif pilihan kecuali ada minimal tiga penderita DBD dan angka bebas jentik (ABJ) < 95 %. Bila tidak memenuhi syarat tersebut, cukup melakukan penyuluhan pada warga dan PSN serentak di wilayah tersebut.
Pemprov Jatim melalui Dinas Kesehatan telah melakukan sejumlah upaya pencegahan agar kasus DBD tak bertambah. Petugas antaranya melakukan sosialisasi gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat (PHBS), optimalisasi Juru Pemantau Jentik (Jumantik), pembagian bubuk abate, dan lain sebagainya.
Fasyankes di Jatim yang terdiri dari 968 Puskesmas, melaksanakan kegiatan promotif dan preventif dengan menggerakkan masyarakat dalam PSN serentak dengan 3M plus. Selain itu ada 385 Rumah sakit siap memberikan pelayanan pada setiap penderita DBD.
Gubernur Khofifah menghimbau pada masyarakat untuk melakukan PSN serentak seminggu sekali secara rutin, bermutu dan berkesinambungan. Selain itu segera datang ke Puskesmas/RS bila ada keluhan panas lebih dari tiga hari dan badan lemas.
“Supaya tidak terlambat dalam penanganan,” katanya.
Editor: Umaya Khusniah