Jejak Kehidupan Masa Lampau Ditemukan di Hutan Nganjuk, Fragmen Tulang hingga Mata Panah
Penyisiran di sekitar lokasi juga menghasilkan sejumlah pecahan tulang yang diduga merupakan bagian tubuh hewan vertebrata. Namun, Kotasejuk belum dapat memastikan jenis hewan tersebut karena material yang ditemukan tidak dalam kondisi utuh.
“Selain fosil kayu, kami juga menemukan beberapa fragmen tulang yang diduga berasal dari hewan vertebrata. Untuk jenisnya masih perlu penelitian lebih lanjut,” ujarnya.
Di kawasan tersebut, tim juga menjumpai batu yang bentuknya menyerupai kapak perimbas. Temuan ini belum langsung dikategorikan sebagai artefak karena masih terbuka kemungkinan batu tersebut terbentuk secara alami.
“Ada batu yang bentuknya seperti kapak perimbas, tetapi kami belum bisa memastikan itu artefak. Bisa saja hanya batu atau material sedimen yang kebetulan memiliki bentuk menyerupai kapak,” ucapnya.
Sementara itu, objek yang diduga lebih berkaitan dengan aktivitas manusia masa lampau ditemukan di area daratan. Tim mendapati benda berbahan kalsedon dengan panjang sekitar 15 sentimeter yang diduga merupakan mata panah.