Jembatan Penghubung Antardesa di Ponorogo Putus Diterjang Banjir
PONOROGO, iNews.id – Sebuah jembatan penghubung antardesa di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim) putus total diterjang banjir. Akibatnya, warga dari kedua desa kesulitan melintas dan harus memutar sejauh delapan kilometer.
Jembatan yang berada di Desa Broto, Kecamatan Slahung, Ponorogo ini putus akibat tiang penyangganya hanyut terseret arus sungai yang deras. Jembatan patah menjadi dua bagian.
Padahal sebelumnya, jembatan penghubung antara Desa Slahung dan Desa Broto ini sudah pernah putus diterjang banjir tahun 2017. Pada tahun 2019 dibuatkan jembatan darurat, namun hujan deras dan banjir kembali merobohkan jembatan.
Menurut salah satu warga, Suparman, masyarakat kini kesulitan untuk pergi ke pasar atau ke Kota Kecamatan Slahung. Untuk sampai ke kecamatan, warga terpaksa melintasi desa lain sejauh delapan kilometer.
“Jembatannya rusak karena diterjang arus sungai yang banjir dan arusnya deras” katanya, Rabu (1/4/2020).
Sementara Kapolsek Slahung, AKP Paidi mengatakan tiang penahan jembatan tidak kuat menahan arus yang deras. Sebelumya, hujan yang terjadi sejak Selasa sore hingga malam juga deras.
“Akibatnya jembatan ini sekarang putus,” katanya.
Kini warga berharap agar jembatan tersebut secepatnya diperbaiki. Paling tidak dibuatkan jembatan darurat. Bagi warga, keberadaan jembatan sangat penting lantaran menjadi akses utama untuk pergi ke kota kecamatan atau kabupaten.
Editor: Umaya Khusniah