Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Momen Bersejarah! Suku Bawean Untuk Pertama Kalinya Diundang Upacara HUT RI di Grahadi
Advertisement . Scroll to see content

Jumlah Korban Tewas akibat Banjir Pacitan Masih Simpang Siur

Selasa, 28 November 2017 - 19:18:00 WIB
Jumlah Korban Tewas akibat Banjir Pacitan Masih Simpang Siur
Banjir di Pacitan, Jawa Timur, Selasa (28/11/2017). (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Retno menjelaskan, banjir di wilayah Pacitan memang terbilang cukup parah. Hujan deras sejak Senin, 27 November 2017, malam membuat debit air sungai di Kebonagung bertambah. Derasnya aliran air bahkan tidak mampu ditahan oleh tanggul pembatas. Sehingga tanggul jebol dan air membanjiri beberapa  wilayah.

“Ada tanggul jebol di anak sungai kecil di Kebonagung. Tapi penyebab utamanya, debit air hujan yang lumayan tinggi lebih 100 milimeter sehingga bisa dikatakan ekstrim, dampak dari Tropical Cyclone (TC) di wilayah Jawa,” katanya.

Untuk diketahui, kabar meninggalnya 11  orang dalam musibah banjir di Pacitan ini disampaikan Wakil Bupati Pacitan, Yudi Sumbogo kepada wartawan. Yudi mengatakan, sembilan orang tewas akibat tertimbun longsoran. Sementara dua orang lagi hanyut terseret arus.
 
Yudi mengatakan, tujuh korban meninggal berasal dari Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung dan dua orang warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo. Namun, evakuasi untuk para korban belum bisa dilakukan karena sulitnya akses menuju lokasi.

“Kami nggak berani mengevakuasi karena masih membahayakan. Intensitas hujan masih sangat tinggi, sangat membahayakan” ujarnya.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut