Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Landa Permukiman Padat Penduduk di Grogol Petamburan Jakbar, 85 Personel Diterjunkan
Advertisement . Scroll to see content

Kebakaran Rumah di Surabaya, 2 Bocah Kakak Adik Tewas dalam Kamar Diduga Terkunci

Senin, 14 September 2026 - 13:21:00 WIB
Kebakaran Rumah di Surabaya, 2 Bocah Kakak Adik Tewas dalam Kamar Diduga Terkunci
Suasana di TKP rumah warga yang terbakar di Surabaya menewaskan dua bocah dalam kamar. (Foto: iNews TV/SONY HERMAWAN)
Advertisement . Scroll to see content

SURABAYA, iNews.id - Dua bocah kakak beradik di Kota Surabaya, Jawa Timur, tewas secara tragis setelah kamar rumahnya terbakar. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari perangkat elektronik seperti charger HP dan kipas angin yang berada dalam kamar.

Peristiwa memilukan itu terjadi di kawasan Simorejo 16, Surabaya, Minggu (13/9/2026) sore. Identitas kedua korban masing-masing bernama Kaffa Bihi Abdillah (7) dan Khotibul Umam (5).

Informasi diperoleh, kebakaran rumah ini terjadi sekitar pukul 15.38 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan warga.

Sebanyak empat unit pemadam kebakaran dan lima unit rescue diterjunkan untuk menangani kejadian tersebut. Tim rescue Walang Kadung juga ikut dikerahkan untuk melakukan proses penanganan.

Saat petugas tiba di lokasi, api sudah tidak terlihat. Namun, kondisi dinding kamar masih terasa panas sehingga petugas melakukan proses pembasahan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada api yang kembali muncul.

Saksi mata bernama M Ikhwan mengatakan kebakaran diketahui bermula dari dalam kamar tempat kedua korban berada.

"Apinya dari dalam kamar. Nah dua anak itu ada dalam kamar," ujarnya, Senin (14/9/2026).

Dia mengatakan kedua korban masih berusia anak-anak dan saat kejadian orang tua mereka sedang berada di luar rumah.

"Anak ini usianya 5 tahun dan 7 tahun. Saat kejadian orang tuanya lagi takziah," katanya.

Menurut Ikhwan, warga mengetahui kejadian tersebut setelah melihat kepulan asap dari rumah korban. Warga kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

"Kami tahu saat ada asap lalu terdengar tetangga berteriak. Kami langsung hubungi pemadam kebakaran," ucapnya.

Saksi juga menyebut saat awal kejadian tidak terlihat kobaran api, hanya asap yang keluar dari lantai satu rumah.

"Tidak terlihat api, hanya asap di lantai satu. Korban ada di kamar pertama. Kondisi kipas angin menyala," ujarnya.

Petugas kemudian menemukan kedua bocah sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar. Berdasarkan keterangan warga, pintu kamar diduga dalam kondisi terkunci menggunakan rantai yang dikaitkan dari sisi pintu ke tembok.

Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik. Kedua korban diduga sedang menggunakan HP yang masih terhubung dengan charger sebelum terjadi kebakaran.

Api kemudian diduga merambat dari perangkat elektronik di kamar menuju bagian kasur hingga menyebabkan kebakaran.

Selain petugas damkar, sejumlah unsur turut melakukan penanganan, mulai dari BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Dukuh Pakis, Puskesmas Simomulyo, Polsek Sukomanunggal, hingga tim Inafis.

Proses pemeriksaan dan penanganan di lokasi selesai dilakukan sekitar pukul 17.28 WIB. Kondisi kawasan tersebut kini telah kembali kondusif.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut