Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadi Tersangka Korupsi, Kadis Perkimtan Gowa Abdullah Sirajuddin Langsung Ditahan
Advertisement . Scroll to see content

Kejati Jatim Diminta Bongkar Kembali Skandal Mega Korupsi P2SEM

Rabu, 31 Januari 2018 - 18:04:00 WIB
Kejati Jatim Diminta Bongkar Kembali Skandal Mega Korupsi P2SEM
Para demonstran yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jatim Menggugat (AMJM) menggelar aksi di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim. (Foto: iNews.id/Ihya Ulumuddin)
Advertisement . Scroll to see content

Basuki juga mengatakan, telah memiliki data dan akan terus mencari bukti baru terkait korupsi P2SEM. Dia mengklaim, akan bekerja sama dengan kejati untuk membongkar kasus mega korupsi tersebut.

"Kami tadi juga menyerahkan data," kata Basuki seusai bertemu para petinggi Korps Adhiyaksa.

Sementara, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi menerangkan, institusinya sudah bergerak dan masih terus melakukan penyelidikan. Hanya saja, kata dia, belum bisa disampaikan sebagai konsumsi publik.

"Ini masih ranahnya penyidik, nanti pasti kami undang teman-teman (Media)," ucap mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya itu.

Diketahui, melalui perubahan APBD Tahun 2008 Pemprov Jatim menganggarkan dana hibah sebesar Rp277 miliar. Mekanisme penyaluran dana hibah tersebut diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor: 72/2008. P2SEM merupakan bantuan langsung kepada masyarakat akibat dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada tahun 2007.

Bantuan langsung itu disalurkan melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Sementara pelaksana program bantuan langsung berada di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Provinsi Jatim.

Pada 2009 Ketua DPRD Jawa Timur periode 2004-2009 Fathorrasjid ditangkap dan dihukum setelah terbukti terlibat dalam skandal mega korupsi P2SEM. Namun, pascapenangkapan itu pengusutan dan penuntasan kasus seakan berhenti. Hingga akhirnya Ketua DPRD Jawa Timur periode 2004-2009 tersebut meninggal dunia tahun 2017.

Editor: Achmad Syukron Fadillah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut