Kisah Ken Arok Muda Gemar Merampok, Main Perempuan hingga Sering Diusir Orang Tua Angkat
Bango Samparan yang membawa Ken Arok kecil ke arena judinya. Tapi yang terjadi, Bango Samparan justru berhasil menang setelah beberapa kali kalah. Bango Samparan pun dapat menebus kekalahannya dan menganggap Ken Arok sebagai anak bertuah.
Bango Samparan mengajak Ken Arok pulang dan menjadikan anak pungut dengan istri tuanya yang bernama Genuk, karena juga belum mempunyai anak. Sedangkan hasil pernikahan Bango Samparan dengan istri mudanya bernama Tirtaja mempunyai beberapa anak laki - kaki.
Tapi selama diasuh oleh Bango Samparan, Ken Arok merasa tidak bisa bergaul dengan anak-anak dari ibu tirinya. Hal ini membuat ia memilih pergi dari Karuman dan bertemu dengan Tita anak Sahaja, ketua Desa Sagenggeng.
Ken Arok kecil akhirnya tinggal di rumah Janggan, ketua Desa Sagenggeng.
Konon pada suatu malam, Ken Arok tertangkap basah mencuri jambu yang sudah matang. Kemudian oleh Janggan, Ken Arok diusir dari dalam rumah dan harus tidur di semak belukar. Konon saat tidur inilah tubuh Ken Arok memancarkan sinar cahaya yang dilihat Janggan.
Janggan kemudian mendekati sumber sinar yang ternyata diketahui dari tubuh Ken Arok. Alhasil, Janggan yang sebelumnya marah besar kepada Ken Arok berbalik menyayanginya. Ken Arok pun diminta Janggan kembali memasuki rumahnya.